oleh

7,6 Juta Warga di Jakarta Telah Dapat Vaksin Covid-19

Sebanyak 7,6 juta warga telah mendapat vaksinasi Covid-19 dosis lengkap atau dosis 2 di Jakarta. Dari jumlah tersebut, 66% merupakan warga ber-KTP DKI Jakarta.

“Vaksinasi dosis 2 di Jakarta kini mencapai 7.577.364 orang atau 84,7% dari target vaksinasi, dengan proporsi 66% merupakan warga ber-KTP DKI dan 34% warga KTP non-DKI,” ujar Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta, Dwi Oktavia di Jakarta, Sabtu (25/9/2021).

Target vaksinasi Covid-19 di Jakarta adalah 8.941.211 orang. Dengan angka 66%, maka warga Jakarta yang sudah mendapat dosis lengkap sebanyak 5 juta orang dan warga luar Jakarta sebanyak 2,6 juta orang.

Baca Juga  BMKG: Wilayah DKI Jakarta Akan Cerah Berawan Hingga Hujan Ringan

Sementara itu, warga yang sudah mendapatkan vaksinasi dosis 1 di Jakarta sebanyak 10.336.382 orang atau 115,6% dari target. Dari jumlah tersebut, sebanyak 64% atau 6,6 juta orang merupakan warga ber-KTP DKI dan 36% atau 3,7 merupakan warga KTP non-DKI. Hal ini berarti masih terdapat 2,3 juta warga DKI Jakarta belum mendapatkan vaksinasi dosis 1.

Baca Juga  Mengenal Sosok Letkol Budi Iryanto

“Pemprov DKI Jakarta menyarankan untuk melakukan vaksinasi, warga dapat langsung ke tempat vaksinasi. Namun, untuk mempercepat proses vaksinasi, warga disarankan mendaftar online melalui aplikasi Jaki atau situs corona.jakarta.go.id/vaksinasi. Dengan mendaftar secara online, warga dapat memilih waktu dan tempat vaksinasi sendiri, sekaligus bisa melakukan pre-screening tes online,” jelas Dwi.

Untuk menemukan tempat vaksinasi, warga juga mengeceknya melalui aplikasi google maps. Hanya dengan menuliskan “vaksin Covid-19”, warga dapat menemukan lokasi serta dibantu informasi jalur menemukan lokasi yang dipilih. Adapun kategori warga 18+ yang dapat divaksinasi di DKI Jakarta adalah warga ber-KTP DKI Jakarta, warga ber-KTP dari luar DKI Jakarta, tetapi berdomisili di DKI Jakarta (membawa keterangan domisili diperoleh dari petugas RT, tidak harus dari ketua RT), dan pekerja di DKI Jakarta yang ber-KTP dari luar DKI Jakarta (membawa keterangan dari tempat kerja). (*/cr2)

Baca Juga  PELATIHAN GURU UNTUK PENDIDIKAN DEMOKRASI DI LOMBOK BARAT

Sumber: beritasatu.com

News Feed